Nobody 2: Hutch Mansell Balik Lagi, Bikin Ribut di Tengah Liburan
Udah nonton Nobody 2 belum nih? Kalau belum, siap-siap. Bob Odenkirk kembali sebagai Hutch Mansell, si mantan "auditor" yang pengin hidup damai tapi selalu diganggu. Setelah film pertama yang keren banget, banyak dari kita yang penasaran: Apakah sekuelnya bisa sekeren film aslinya?
Berdasarkan review para kritikus dan penonton di berbagai platform, jawabannya adalah: Lumayan, tapi nggak sampai lebih baik dari yang pertama.
![]() |
| Poster by videobuster.de |
Review Para Kritikus dan Penonton
Secara keseluruhan, Nobody 2 mendapat sambutan yang cukup baik. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih skor 76% dari kritikus, dan 89% dari audiens. Sementara di IMDb, ratingnya berada di angka 6.8/10. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding film pertama yang mendapatkan 7.4/10.
Jadi, kenapa hasilnya seperti itu?
Para kritikus banyak yang bilang kalau film ini berhasil mempertahankan esensi film pertama: aksi brutal yang realistis, humor yang dark, dan tentunya, penampilan Bob Odenkirk yang luar biasa. Adegannya dibuat lebih gila dan kreatif, terutama di bagian akhir film yang mengambil latar di taman hiburan. Adegan-adegan seperti perkelahian di kolam bola atau di seluncuran air membuat film ini terasa segar dan unik.
Tapi, ada juga yang menganggap bahwa alur ceritanya terasa kurang solid. Beberapa kritikus merasa film ini cuma mengulang formula yang sama, dan nggak memberikan perkembangan yang signifikan pada karakter Hutch atau hubungannya dengan keluarga. Humornya juga dianggap ada yang kurang nendang dan bahkan terasa "garing" bagi beberapa orang.
Apa yang Berbeda dengan Harapan di Artikel?
Ternyata, alur cerita film ini tidak sepenuhnya sama dengan harapan yang saya tulis sebelumnya di tahun 2021 (baca disini). Hal itu karena semua terserah pada penulis naskah dan sutradaranya dong, bukan terserah aku, hehehe. Film Nobody 2 memang melanjutkan cerita Hutch, tapi kali ini bukan tentang geng Rusia yang balas dendam. Justru, film ini fokus pada liburan keluarga Hutch di sebuah kota kecil turis bernama Plummerville. Masalahnya muncul ketika anak-anak Hutch terlibat dengan sekelompok orang lokal yang berkuasa di taman hiburan. Dari situlah, Hutch terpaksa kembali ke kebiasaan lamanya untuk melindungi keluarganya, yang akhirnya berujung pada pertarungan besar.
Filmnya tidak sesuai dengan harapanku, padahal kalo sesuai ceritanya pasti lebih seru
Film ini juga memperkenalkan karakter baru yang diperankan oleh Sharon Stone, yang menjadi semacam bos kriminal di kota tersebut. Sedangkan untuk karakter ayah dan adik Hutch yang sempat muncul dengan van berisi senjata di akhir film pertama, belum dijelaskan peran mereka dalam sekuel ini. Dan soal cerita masa lalu Hutch saat menjadi "auditor," film ini juga tidak terlalu mendalaminya.
Sutradara Indonesia
Selain aksi Bob Odenkirk yang makin gila-gilaan, ada satu nama lagi yang patut banget kita sorot di balik kesuksesan film ini: Timo Tjahjanto. Sutradara asal Indonesia ini dipercaya untuk mengarahkan Nobody 2, menggantikan sutradara film pertama, Ilya Naishuller. Kehadiran Timo di film Hollywood sekelas ini langsung jadi sorotan, dan dia nggak mengecewakan. Bob Odenkirk sendiri memuji Timo sebagai sutradara yang luar biasa, bahkan menyebutnya berhasil membawa film ini ke level yang lebih "gelap, lebih brutal, tapi juga lebih emosional." Gaya khas Timo yang dikenal lewat film-film aksinya yang berdarah dan tanpa kompromi seperti The Night Comes for Us atau Headshot benar-benar terasa di sini. Dia berhasil menyuntikkan koreografi pertarungan yang liar dan intens, bikin setiap adegan perkelahian terasa lebih hidup dan brutal, tapi tetap artistik. Bisa dibilang, sentuhan Timo Tjahjanto-lah yang membuat film ini terasa segar dan beda, serta membuktikan bahwa sutradara Indonesia punya taji di panggung perfilman internasional.
Kesimpulan: Tetap Menghibur!
Meskipun film ini dinilai tidak berhasil mengungguli film pertamanya, Nobody 2 tetap dianggap sebagai tontonan yang menghibur. Aksi-aksi brutal dan koreografi pertarungan yang inventif menjadi nilai jual utamanya. Jadi, buat kamu yang rindu melihat Hutch Mansell beraksi dan menghajar penjahat dengan cara yang brutal, film ini sangat direkomendasikan.
Harapan
Mungkin film ini tidak sesuai dengan semua harapan yang kita bayangkan, tapi setidaknya, Bob Odenkirk berhasil membuktikan bahwa dia masih bisa jadi bintang film action yang keren. Aku sih berharap film ini akan collab dengan film Malavitanya Robert De Niro yang berperan sebagai Fred Blake / Giovanni Manzoni yang bercerita tentang sebuah keluarga mafia Amerika yang dipaksa masuk ke dalam program perlindungan saksi FBI (baca disini untuk reviewnya). Kayaknya seru kalo dua film tentang keluarga jadi satu, yang satunya mantan mafia satunya lagi seorang mantan auditor untuk agen rahasia tiga huruf, yang tidak dijelaskan apakah itu FBI atau CIA.
Sumber referensi:
- Bob Odenkirk's New Action Movie Debuts With Solid Rotten Tomatoes Score - Screen Rant
- 'Nobody 2' Punches Its Way to Messy Rotten Tomatoes Debut - MovieWeb
- Nobody 2 First Reviews: A Perfect Summer Movie Packed with Action
- Nobody 2 Reviews - Metacritic
- Nobody 2 Eyes $10M Opening Amid Mixed Reviews - The Movie Blog
- IGN: Nobody 2 Review
- The Prague Reporter: 'Nobody 2' movie review: Bob Odenkirk's everyman assassin takes a blood-soaked family vacation
- NOBODY, Film Ini Harus Ada Lanjutannya!!
- Malavita Film Yang Tidak Basa-Basi

