Kenali Ujianmu Selama Di Dunia dan Jadilah Lebih Bijak Menjalani Hidup

Pernah enggak sih kamu lagi bengong terus mikir, "Duh, kenapa hidup ini isinya ujian mulu, ya?"

Kita semua ini ibarat musafir yang lagi jalan. Di sepanjang jalan itu, pasti ada aja tanjakan, turunan, atau jalan berbatu. Nah, itulah ujian. Yang kerennya, ujian itu enggak melulu soal kesusahan. Kadang, ujian terbesar kita malah datang dalam wujud kebahagiaan atau kelebihan yang kita punya!

Photo by Ed Us on Unsplash

Ini nih rahasia yang wajib kita tahu: Ujian itu cara Allah SWT ngecek seberapa serius iman kita. Mau kita lagi senang atau lagi susah, semua diuji.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: "Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan kembali."

(Q.S. Al-Anbiya' [21]: 35)

Jelas kan? Ujian itu ada dua jenis: keburukan (musibah) dan kebaikan (nikmat). Kalau mau hidup bijak, kita harus pintar-pintar ngenalin ujian kita sendiri.

Bongkar Beragam Bentuk Ujian yang Kita Hadapi

Ujian hidup itu datangnya enggak seragam. Tiap orang dapat paket yang beda-beda, dan itu personal banget! Allah sudah kasih clue-nya di Q.S. Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 155)

1. Ujian Kekayaan (Ujian Bersyukur)

Banyak yang minta diuji dengan kekayaan. Padahal, ini ujiannya berat, lho!

  • Kaya tapi Sering Sakit: Punya duit banyak, tapi bolak-balik rumah sakit. Uang enggak bisa beli kesehatan seutuhnya. Ujiannya: Seberapa sabar kamu dan apakah kamu tetap bersyukur atas sisa nikmat yang ada, atau malah jadi sombong dan stres?
  • Kaya namun Tidak Dikaruniai Anak: Rumah udah kayak istana, saldo rekening tebal, tapi enggak ada suara anak kecil. Ujiannya adalah keridhoan dan penyerahan diri pada takdir Allah. Apakah kamu tetap ikhlas dan menggunakan hartamu untuk kebaikan?
  • Sukses Karir, tapi Keluarga Hancur: Di kantor dipuja-puja, jabatan tinggi. Tapi di rumah, anak istri/suami asing semua. Ujiannya adalah prioritas—mana yang lebih kamu cintai, dunia atau keluarga yang diamanahkan Allah?

2. Ujian Kekurangan (Ujian Bersabar)

Justru dalam keterbatasan, ketenangan seringkali muncul.

  • Miskin tapi Anak-anak Patuh dan Taat Orang Tua: Uang pas-pasan, tapi anak-anak enggak neko-neko, shalat rajin, dan sayang orang tua. Ini adalah kekayaan jiwa yang tak ternilai. Ujiannya: Qana'ah (merasa cukup), dan enggak iri hati sama tetangga yang lebih kaya.
  • Hidup Serba Kurang, tapi Hati Tenang dan Rajin Ibadah: Rezeki sekadarnya, tapi hati adem ayem. Ujiannya adalah istiqamah (konsisten) dalam ibadah dan menjaga ketenangan hati itu dari godaan dunia.
  • Kehilangan Orang Tercinta: Ini pukulan paling telak. Ujian ini menguji seberapa besar kesabaran total dan kepasrahan kita. Saat itu terjadi, yang kita ucapkan cuma:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya).


Resep Bijak: Sabar adalah Jembatan, Syukur adalah Kunci

Terus, gimana biar kita enggak nyerah saat diuji? Rasulullah SAW sudah kasih rumusnya, sederhana tapi powerful:

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur. Itu baik untuknya. Jika mendapatkan musibah, ia bersabar. Itu pun baik baginya."

(H.R. Muslim)

Intinya cuma dua: Sabar dan Syukur.

1. Sabar Itu Tanda Disayang

Kalau ujianmu berat, Hadits bilang: “Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang-orang yang mendekati mereka.” (H.R. Tirmidzi) Artinya, Allah lagi "naikin kelas" kamu. Bersabar di sini bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi menahan lisan dan hati dari mengeluh dan berburuk sangka kepada Allah.

2. Yakinlah, Skema Allah yang Terbaik

Kadang, kita benci banget sama satu kejadian, padahal itu yang terbaik buat kita. Sebaliknya, kita ngejar-ngejar sesuatu, padahal itu buruk buat kita. Kata Allah:

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 216)

Nasihat bijak dari ulama seperti Ibnu 'Ata'illah al-Sakandari juga bilang, kalau kita sudah yakin Allah itu baik, petaka seberat apa pun akan terasa ringan.

Jadi, kenali baik-baik ujianmu. Apakah itu ujian kesabaran atau ujian syukur? Posisikan hatimu dengan benar, fokus ke ibadah, dan yakinlah bahwa semua yang terjadi adalah pelajaran berharga untuk jadi manusia yang lebih bijak.

Nah, kalau kamu, ujian mana nih yang lagi kamu hadapi, dan gimana cara kamu memilih buat jadi bijak menghadapinya?