Instagram Sudah Nggak Asik Lagi, Kenapa Ya?
Dulu, Instagram itu tempat yang bikin betah. Scroll beranda, lihat postingan teman atau akun yang memang kita follow. Dulu aku membuat akun Instagram karena aku hobi fotografi dan pengen hasil karyaku dilihat oleh para followerku. Tapi sekarang? Rasanya beda banget. Setiap kali buka Instagram, yang muncul justru akun-akun yang nggak pernah aku follow. Padahal aku follow orang karena aku tertarik sama hasil jepretan mereka, bukan sama orang random yang tiba-tiba nongol di beranda. Apalagi isinya video semua, duh mending ke youtube deh kalo video-videoan. Memang terdengar kolot tapi entah kenapa aku lebih suka yang spesifik bukan segalanya diembat ya foto ya video.
![]() |
| Photo by Solen Feyissa on Unsplash |
Yang bikin sebel, setiap kali buka Instagram, postingan pertama yang muncul selalu dari akun random. Sementara akun yang aku follow, apalagi kalau jarang update, malah tenggelam entah di mana. Jadi, buat apa aku follow kalau nggak muncul di beranda? Rasanya nggak adil.
![]() |
| Photo by Austin Distel on Unsplash |
Sekarang, jujur aja, Instagram jadi nggak asik. Sekarang aku malah kembali ke Facebook. Padahal ironisnya, dua-duanya kan punya Meta. Tapi entah kenapa, Facebook masih terasa lebih “personal” buatku dibanding Instagram yang sekarang berasa kayak mesin rekomendasi. Kalo di Facebook, kalau aku gak ngefotllow yang gak bakal muncul diberanda. Kalau muncul di penelusuran ya wajar karena instagram juga masih ada menu itu dan begitu juga dengan Facebook.
Intinya, aku cuma pengen lihat konten dari orang yang aku pilih sendiri. Bukan dari algoritma yang sok tahu tentang apa yang aku suka. Kadang, yang namanya ngefollow itu artinya aku tertarik. Kalau nggak follow, ya berarti nggak tertarik. Simple kan? Tapi Instagram kayak nggak ngerti hal sesederhana itu. Mbokya kembalikan Instagram seperti dulu yang hanya untuk foto dan ubah lagi algoritmanya ke yang dulu biar akun yang tidak difollow ilang dari beranda.


